RAHMATMU TUHAN
Alamku diolesi air langit di pagi hari
Angin seram meninggikan romaku
Isi sumur tak bersahabat dengan jasadku sekarang
Hujan di pagi hari memang menyebalkan
Ku henyakkan raga di pagi buta
Aku terlelap dalam dekapan iblis
Mereka tutupi telingaku dengan dongeng-dongeng paha
Ku tinggalkan lagi sujud di pagi hari kepada—Mu, Rob
Malaikatku menangis dan kesal
Aku bersahabat dengan iblis terjelek
Ya Rob, jangan tempatkan aku di tempat tersadis di alam setelah kehidupan
Hujan di pagi hari memang memuakkan
Butiran air langit menembus manteku bak peluru mengecup dada tentara buta
Tempat berjalan becek tergenang pesing tikus-tikus buncit pemakan ijoan
Terpaksa mengayunkan tungkai demi tuntutan manusia
Hujan di pagi hari membuatku menyumpah serapah tak berarah
Walau basah-basah jua ini rahmat—Mu
Aku ingin bersujud tapi ini kali tidak membumi
Hujan salah, kemarau kucing jua salah
Akh…aku manusia bukan iblis seperti kamu
Bagiku hujan bukan cara untuk membinasakan jasadku
Yang takut hujan adalah iblis, anjing.
Sigelap, 150510
